Betawi Oktober 1893. Rakyat Betawi di kampung-kampung tengah berkabung.
Dari mulut ke mulut mereka mendengar si Pitung atau Bang Pitung
meninggal dunia, setelah tertembak dalam pertarungan tidak seimbang
dengan kompeni. Bagi warga Betawi, kematian si Pitung merupakan duka
mendalam. Karena ia membela rakyat kecil yang mengalami penindasan pada
masa penjajahan Belanda. Sebaliknya, bagi kompeni sebutan untuk
pemerintah kolonial Belanda pada masa itu, dia dilukiskan sebagai
penjahat, pengacau, perampok, dan entah apa lagi.
Jagoan
kelahiran Rawa Belong, Jakarta Barat, ini telah membuat repot pemerintah
kolonial di Batavia, termasuk gubernur jenderal. Karena Bang Pitung
merupakan potensi ancaman keamanan dan ketertiban hingga berbagai macam
strategi dilakukan pemerintah Hindia Belanda untuk menangkapnya hidup
atau mati. Pokoknya Pitung ditetapkan sebagai orang yang kudu dicari
dengan status penjahat kelas wahid di Betawi.
Bagaimana Belanda
tidak gelisah, dalam melakukan aksinya membela rakyat kecil Bang Pitung
berdiri di barisan depan. Kala itu Belanda memberlakukan kerja paksa
terhadap pribumi termasuk ‘turun tikus’. Dalam gerakan ini rakyat
dikerahkan membasmi tikus di sawah-sawah disamping belasan kerja paksa
lainnya. Belum lagi blasting (pajak) yang sangat memberatkan petani oleh
para tuan tanah.
Si Pitung, yang sudah bertahun-tahun menjadi
incaran Belanda, berdasarkan cerita rakyat, mati setelah ditembak dengan
peluru emas oleh schout van Hinne dalam suatu penggerebekan karena ada
yang mengkhianati dengan memberi tahu tempat persembunyiannya. Ia
ditembak dengan peluru emas oleh schout (setara Kapolres) van Hinne
karena dikabarkan kebal dengan peluru biasa. Begitu takutnya penjajah
terhadap Bang Pitung, sampai tempat ia dimakamkan dirahasiakan. Takut
jago silat yang menjadi idola rakyat kecil ini akan menjadi pujaan.
Si
Pitung, berdasarkan cerita rakyat (folklore) yang masih hidup di
masyarakat Betawi, sejak kecil belajar mengaji di langgar (mushala) di
kampung Rawa Belong. Dia, menurut istilah Betawi, ‘orang yang denger
kate’. Dia juga ‘terang hati’, cakep menangkap pelajaran agama yang
diberikan ustadznya, sampai mampu membaca (tilawat) Alquran. Selain
belajar agama, dengan H Naipin, Pitung –seperti warga Betawi lainnya–,
juga belajar ilmu silat. H Naipin, juga guru tarekat dan ahli maen
pukulan.
Suatu ketika di usia remaja –sekitar 16-17 tahun, oleh
ayahnya Pitung disuruh menjual kambing ke Pasar Tanah Abang, Jakarta
Pusat. Dari kediamannya di Rawa Belong dia membawa lima ekor kambing
naik gerobak. Ketika dagangannya habis dan hendak pulang, Pitung dibegal
oleh beberapa penjahat pasar. Mulai saat itu, dia tidak berani pulang
ke rumah. Dia tidur di langgar dan kadang-kadang di kediaman gurunya H
Naipan. Ini sesuai dengan tekadnya tidak akan pulang sebelum berhasil
menemukan hasil jualan kambing. Dia merasa bersalah kepada orangtuanya.
Dengan tekadnya itu, dia makin memperdalam ilmu maen pukulan dan ilmu
tarekat. Ilmu pukulannya bernama aliran syahbandar. Kemudian Pitung
melakukan meditasi alias tapa dengan tahapan berpuasa 40 hari. Kemudian
melakukan ngumbara atau perjalanan guna menguji ilmunya. Ngumbara
dilakukan ke tempat-tempat yang ‘menyeramkan’ yang pasti akan berhadapan
dengan begal.
Salah satu ilmu kesaktian yang dipelajari Bang
Pitung disebut Rawa Rontek. Gabungan antara tarekat Islam dan
jampe-jampe Betawi. Dengan menguasai ilmu ini Bang Pitung dapat menyerap
energi lawan-lawannya. Seolah-olah lawan-lawannya itu tidak melihat
keberadaan Bang Pitung. Karena itu dia digambarkan seolah-olah dapat
menghilang. Menurut cerita rakyat, dengan ilmu kesaktian rawa rontek-nya
itu, Bang Pitung tidak boleh menikah. Karena sampai hayatnya ketika ia
tewas dalam menjelang usia 40 tahun Pitung masih tetap bujangan.
Si
Pitung yang mendapat sebutan ‘Robinhood’ Betawi, sekalipun tidak sama
dengan ‘Robinhood’ si jago panah dari hutan Sherwood, Inggris. Akan
tetapi, setidaknya keduanya memiliki sifat yang sama: Selalu ingin
membantu rakyat tertindas. Meskipun dari hasil rampokan terhadap kompeni
dan para tuan tanah yang menindas rakyat kecil.
Sejauh ini,
tokoh legendaris si Pitung dilukiskan sebagai pahlawan yang gagah.
Pemuda bertubuh kuat dan keren, sehingga menimbulkan rasa sungkan setiap
orang yang berhadapan dengannya. Dalam film Si Pitung yang diperankan
oleh Dicky Zulkarnaen, ia juga dilukiskan sebagai pemuda yang gagah dan
bertubuh kekar. Tapi, menurut Tanu Trh dalam ‘Intisari’ melukiskan
berdasarkan penuturan ibunya dari cerita kakeknya, Pitung tidak sebesar
dan segagah itu. ”Perawakannya kecil. Tampang si Pitung sama sekali
tidak menarik perhatian khalayak. Sikapnya pun tidak seperti jagoan.
Kulit wajahnya kehitam-hitaman, dengan ciri yang khas sepasang cambang
panjang tipis, dengan ujung melingkar ke depan.”
Menurut Tanu
Trh, ketika berkunjung ke rumah kakeknya berdasarkan penuturan ibunya,
Pitung pernah digerebek oleh schout van Hinne. Setelah seluruh isi rumah
diperiksa ternyata petinggi polisi Belanda ini tidak menemukan si
Pitung. Setelah van Hinne pergi, barulah si Pitung secara tiba-tiba
muncul setelah bersembunyi di dapur. Karena belasan kali berhasil
meloloskan diri dari incaran Belanda, tidak heran kalau si Pitung
diyakini banyak orang memiliki ilmu menghilang. ”Yang pasti,” kata ibu,
seperti dituturkan Tanu Trh, ”dengan tubuhnya yang kecil Pitung sangat
pandai menyembunyikan diri dan bisa menyelinap di sudut-sudut yang
terlalu sempit bagi orang-orang lain.” Sedang kalau ia dapat membuat
dirinya tidak tampak di mata orang, ada yang meyakini karena ia memiliki
kesaksian ‘ilmu rontek’.
BlackSheep
Saya Dsini AKan Menampilkan Yg Berbeda Dari Yg Lainnya Jika g Tau Cheatnya Add Fb w Ferrimerpati_putih@ymail.com Sbenarnya Sya Hannya Memberi Tahu Bukan Mengajari,Menerima Jasa Joki Gb Skill,Atau Yg Lainnya Buka Harga,Stiap Minggu Sya Akan Mengasih Cheat yg Baru
Selasa, 18 September 2012
Si Pitung
Name asli dari SI PITUNG
Name asli dari SI PITUNG...SEBUTAN LAEN : BABE adalah:RADEN MUHAMMAD ALI BIN RADEN SAMIRIN BIN RADEN ABDUL KHADIR BIN PANGERAN RADEN JIDAR (NITIKUSUMA KE-5)
Beliau lahir di petunduan palmerah pada tahun 1874 dan wafat pada tahun 1903 di bandenagan utara kecamatan penjaringan-JAKARTA,Beliau termasuk pahlawan BETAWI dalam melakukan perlawanan terhadap tuan-tuan tanah Cina dan Belanda.
Dalam perjuangannye si Pitung selalu menggunakan silatnye untuk Amarmakruf nahi munkar nyang berarti mengajak orang ke jalan kebaikan dan mencegah kesesatan.Jagoan BETAWI nyang sebenarnye JAGO punye sifat: jujur,tidak takabur,berbudi pekerti baik,peka terhadap penderitaan orang lain.
Memang jagoan-jagoan betawi ade juge nyang jahat yaitu jagoan-jagoan bayaran yang di sewa untuk membela tuan-tuan tanah dan penjajah belande,jagoan-jagoan ini doyan kekerasan biasanye di panggil Si tukang kepruk.
Jagoan-jagoan ini tidak lagi mempergunakan ilmu kesaktian dan bela dirinya untuk mencapai kesempurnaan spiritual sebagai manusia, tetapi sebaliknya disalahgunakan untuk mendapatkan kepuasan materi.
Misalnye dulu, pada zaman cultuur stelsel (tanam paksa), sebagian besar jago lebih suka berpihak kepada mesin sistem ekonomi kolonial atau tuan tanah ketimbang membela kaum lemah. Mereka menjadi tukang pukul untuk memaksakan kepentingan tuan tanah di wilayah particuliere landerijen (tanah-tanah partikulir) seperti di Tangerang, Ciomas, Bekasi, dan Cililitan.
di riwayatkan di tanah-tanah partikulir itu penindasan kaum tani lebih kasar dan keji dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jawa. Particuliere landerijen adalah tanah-tanah milik pribadi nyang sangat luas yang pemilik-pemiliknya dapat disebut tuan-tuan tanah yang mempunyai hak feodal para penyewa tanah mereka, termasuk hak istimewa untuk memungut pajak-pajak pribadi dan tugas-tugas kerja paksa yang berat. Pemerintah jajahan jarang campur tangan dalam urusan intern tanah-tanah milik itu, jadi memperbolehkan penyalahgunaan nyang melampaui batas untuk terus berlangsung tanpa ada usaha perbaikan.
Name asli dari SI PITUNG...SEBUTAN LAEN : BABE adalah:RADEN MUHAMMAD ALI BIN RADEN SAMIRIN BIN RADEN ABDUL KHADIR BIN PANGERAN RADEN JIDAR (NITIKUSUMA KE-5)
Beliau lahir di petunduan palmerah pada tahun 1874 dan wafat pada tahun 1903 di bandenagan utara kecamatan penjaringan-JAKARTA,Beliau termasuk pahlawan BETAWI dalam melakukan perlawanan terhadap tuan-tuan tanah Cina dan Belanda.
Dalam perjuangannye si Pitung selalu menggunakan silatnye untuk Amarmakruf nahi munkar nyang berarti mengajak orang ke jalan kebaikan dan mencegah kesesatan.Jagoan BETAWI nyang sebenarnye JAGO punye sifat: jujur,tidak takabur,berbudi pekerti baik,peka terhadap penderitaan orang lain.
Memang jagoan-jagoan betawi ade juge nyang jahat yaitu jagoan-jagoan bayaran yang di sewa untuk membela tuan-tuan tanah dan penjajah belande,jagoan-jagoan ini doyan kekerasan biasanye di panggil Si tukang kepruk.
Jagoan-jagoan ini tidak lagi mempergunakan ilmu kesaktian dan bela dirinya untuk mencapai kesempurnaan spiritual sebagai manusia, tetapi sebaliknya disalahgunakan untuk mendapatkan kepuasan materi.
Misalnye dulu, pada zaman cultuur stelsel (tanam paksa), sebagian besar jago lebih suka berpihak kepada mesin sistem ekonomi kolonial atau tuan tanah ketimbang membela kaum lemah. Mereka menjadi tukang pukul untuk memaksakan kepentingan tuan tanah di wilayah particuliere landerijen (tanah-tanah partikulir) seperti di Tangerang, Ciomas, Bekasi, dan Cililitan.
di riwayatkan di tanah-tanah partikulir itu penindasan kaum tani lebih kasar dan keji dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jawa. Particuliere landerijen adalah tanah-tanah milik pribadi nyang sangat luas yang pemilik-pemiliknya dapat disebut tuan-tuan tanah yang mempunyai hak feodal para penyewa tanah mereka, termasuk hak istimewa untuk memungut pajak-pajak pribadi dan tugas-tugas kerja paksa yang berat. Pemerintah jajahan jarang campur tangan dalam urusan intern tanah-tanah milik itu, jadi memperbolehkan penyalahgunaan nyang melampaui batas untuk terus berlangsung tanpa ada usaha perbaikan.
Senin, 09 Juli 2012
[Lost Saga] No Delay hack Special Malem Minggu Work ALL WINDOWS[termasuk windows xp WORK]Coz saya test sendiri Barusan saja WORK abizz 2 Jam NO DC!!
Jam
09:50
Posted by
Paska Nyit Nyit
Show Off mode Rusuh!
Downloads Cheat
Click Here
CARA MENGGUNAKAN PERX INJECTOR BUAT UNTUK LOST SAGA.
1. Agan Buka PerX Injector (Pasti)
2. Agan klick yang What To Inject, Ganti jadi lostsaga.exe
3. Agan Klick Select Dll For Inject, Browse Dan pilih .dll yang mau di inject ke lostsaga.
4. Centang Automaticcaly.
5. Buka Lostsaga.
6. Login Lostsaga.
Danseterusnya sampai inject cheatnya cek di bawah!
Credit :
1. DenyFebriant@N3
2. Yusril Irsan
Fitur :
1. No Delay : Insert On | DELETE Off
Cara Penggunaan :
Injector Bisa pkai Perx Download disini
atau bisa gunakan injector mu sendiri
1.Buka PerX.exe < DI Setting dulu apabila anda mengunakan WINDOWS 7 >
2cara setting check di atas, win 7 cek di bawah
2cara setting check di atas, win 7 cek di bawah
3.Buka Lost Saga Indonesia Launcher / lswebbroker.exe
4.Isi ID sama Password <<< masak gini di bilang keyloger>??? << yg coment ja bocah pasti tuh,,!!
kalo
gak isi id sama password cara mainnya gmana gan ,, hayoooo jelaskan
coba,,, hadeh,, kan Losatsaga setelah buka launchernya harus isi
password sama idnya,,,YANG BILANG KEYLOGER GAK USAH DOWNLOAD!!!!
TQ
5.Ada Notice » Klik OK
6.Saat Gambar Koboy Hilang » Tunggu 3 - 4 detik’an / Saat Menyambung Ke Server
7.Trus Pencet Hotkeys INSERT
8.Kemudian Masuk Ke Lost Sagakan
9.Saat Loading Gambar JIN KISARAGI penuh
10.Langsung cepet² pencet DELETE
11.Enjoy Cheating
NB : Jika DC, berarti timing kurang tepat atau salah pemakaian.
Tested By Me WorkBAGI WIndows 7
NB : Matikan Antivirus Anda apabila PerX.exe terdeteksi sebagai Virus :D
1.Klik Kanan pada Perx.exe » Klik Properties
2. Kemudian Klik Pada » Tab Compatibility
3.Kemudian
- Centang “Run This Program in Compatibility Mode For”
- Pilih “WIndows XP Service Pack 2”
- Centang juga dibagian bawah “Run This Program As Administrator”
-Klik Apply + OK
-SELESAI DEHH :D
Jumat, 04 Mei 2012
Perilaku dan sifat
Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang
berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal
tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah
Muhammad Husni Thamrin, Benyamin Sueb, dan Fauzi Bowo yang menjadi Gubernur Jakarta saat ini .
Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat Betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.
Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat Betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.
Cerita rakyat
Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung, juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen
atau si jampang yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam
perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal "keras". Selain mengisahkan
jawara atau pendekar dunia persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial. creita lainnya ialah Mirah dari Marunda, Murtado Macan Kemayoran, Juragan Boing dan yang lainnya.
Bahasa
Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi
adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan
hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari
daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.
Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal abad ke-20, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis Sunda dan menyebutnya sebagai etnis Betawi (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik[2] yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Dialek Betawi sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu dialek Betawi tengah dan dialek Betawi pinggir. Dialek Betawi tengah umumnya berbunyi "é" sedangkan dialek Betawi pinggir adalah "a". Dialek Betawi pusat atau tengah seringkali dianggap sebagai dialek Betawi sejati, karena berasal dari tempat bermulanya kota Jakarta, yakni daerah perkampungan Betawi di sekitar Jakarta Kota, Sawah Besar, Tugu, Cilincing, Kemayoran, Senen, Kramat, hingga batas paling selatan di Meester (Jatinegara). Dialek Betawi pinggiran mulai dari Jatinegara ke Selatan, Condet, Jagakarsa, Depok, Rawa Belong, Ciputat hingga ke pinggir selatan hingga Jawa Barat. Contoh penutur dialek Betawi tengah adalah Benyamin S., Ida Royani dan Aminah Cendrakasih, karena mereka memang berasal dari daerah Kemayoran dan Kramat Sentiong. Sedangkan contoh penutur dialek Betawi pinggiran adalah Mandra dan Pak Tile. Contoh paling jelas adalah saat mereka mengucapkan kenape/kenapa'' (mengapa). Dialek Betawi tengah jelas menyebutkan "é", sedangkan Betawi pinggir bernada "a" keras mati seperti "ain" mati dalam cara baca mengaji Al Quran.
Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal abad ke-20, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis Sunda dan menyebutnya sebagai etnis Betawi (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik[2] yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Dialek Betawi sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu dialek Betawi tengah dan dialek Betawi pinggir. Dialek Betawi tengah umumnya berbunyi "é" sedangkan dialek Betawi pinggir adalah "a". Dialek Betawi pusat atau tengah seringkali dianggap sebagai dialek Betawi sejati, karena berasal dari tempat bermulanya kota Jakarta, yakni daerah perkampungan Betawi di sekitar Jakarta Kota, Sawah Besar, Tugu, Cilincing, Kemayoran, Senen, Kramat, hingga batas paling selatan di Meester (Jatinegara). Dialek Betawi pinggiran mulai dari Jatinegara ke Selatan, Condet, Jagakarsa, Depok, Rawa Belong, Ciputat hingga ke pinggir selatan hingga Jawa Barat. Contoh penutur dialek Betawi tengah adalah Benyamin S., Ida Royani dan Aminah Cendrakasih, karena mereka memang berasal dari daerah Kemayoran dan Kramat Sentiong. Sedangkan contoh penutur dialek Betawi pinggiran adalah Mandra dan Pak Tile. Contoh paling jelas adalah saat mereka mengucapkan kenape/kenapa'' (mengapa). Dialek Betawi tengah jelas menyebutkan "é", sedangkan Betawi pinggir bernada "a" keras mati seperti "ain" mati dalam cara baca mengaji Al Quran.
Seni dan kebudayaan
Budaya Betawi merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Hindia Belanda,
Batavia (kini Jakarta) merupakan ibu kota Hindia Belanda yang menarik
pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta
antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Betawi juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis.
Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawi pun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.
Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawi pun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.
Suku Betawi
Pada tahun 1930,
kategori orang Betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul
sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang
Betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk Batavia waktu itu.
Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong.
Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.
Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong.
Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.
Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Sejarah
Diawali oleh orang Sunda (mayoritas), sebelum abad ke-16 dan masuk ke dalam Kerajaan Tarumanegara serta kemudian Pakuan Pajajaran. Selain orang Sunda, terdapat pula pedagang dan pelaut asing dari pesisir utara Jawa, dari berbagai pulau Indonesia Timur, dari Malaka di semenanjung Malaya, bahkan dari Tiongkok serta Gujarat di India.
Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa Portugis pada tahun 1512 yang membolehkan Portugis untuk membangun suatu komunitas di Sunda Kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis yang menurunkan darah campuran Portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong.
Setelah VOC menjadikan Batavia sebagai pusat kegiatan niaganya, Belanda memerlukan banyak tenaga kerja untuk membuka lahan pertanian dan membangun roda perekonomian kota ini. Ketika itu VOC banyak membeli budak dari penguasa Bali, karena saat itu di Bali masih berlangsung praktik perbudakan.[1] Itulah penyebab masih tersisanya kosa kata dan tata bahasa Bali dalam bahasa Betawi kini. Kemajuan perdagangan Batavia menarik berbagai suku bangsa dari penjuru Nusantara hingga Tiongkok, Arab dan India untuk bekerja di kota ini. Pengaruh suku bangsa pendatang asing tampak jelas dalam busana pengantin Betawi yang banyak dipengaruhi unsur Arab dan Tiongkok. Berbagai nama tempat di Jakarta juga menyisakan petunjuk sejarah mengenai datangnya berbagai suku bangsa ke Batavia; Kampung Melayu, Kampung Bali, Kampung Ambon, Kampung Jawa, Kampung Makassar dan Kampung Bugis. Rumah Bugis di bagian utara Jl. Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang dimulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota.
Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA memperkirakan, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan sensus, yang dibuat berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data sensus penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi. Hasil sensus tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moor, orang Bali, Jawa, Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu. Kemungkinan kesemua suku bangsa Nusantara dan Arab Moor ini dikategorikan ke dalam kesatuan penduduk pribumi (Belanda: inlander) di Batavia yang kemudian terserap ke dalam kelompok etnis Betawi.
Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa Portugis pada tahun 1512 yang membolehkan Portugis untuk membangun suatu komunitas di Sunda Kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis yang menurunkan darah campuran Portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong.
Setelah VOC menjadikan Batavia sebagai pusat kegiatan niaganya, Belanda memerlukan banyak tenaga kerja untuk membuka lahan pertanian dan membangun roda perekonomian kota ini. Ketika itu VOC banyak membeli budak dari penguasa Bali, karena saat itu di Bali masih berlangsung praktik perbudakan.[1] Itulah penyebab masih tersisanya kosa kata dan tata bahasa Bali dalam bahasa Betawi kini. Kemajuan perdagangan Batavia menarik berbagai suku bangsa dari penjuru Nusantara hingga Tiongkok, Arab dan India untuk bekerja di kota ini. Pengaruh suku bangsa pendatang asing tampak jelas dalam busana pengantin Betawi yang banyak dipengaruhi unsur Arab dan Tiongkok. Berbagai nama tempat di Jakarta juga menyisakan petunjuk sejarah mengenai datangnya berbagai suku bangsa ke Batavia; Kampung Melayu, Kampung Bali, Kampung Ambon, Kampung Jawa, Kampung Makassar dan Kampung Bugis. Rumah Bugis di bagian utara Jl. Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang dimulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota.
Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA memperkirakan, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan sensus, yang dibuat berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data sensus penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi. Hasil sensus tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moor, orang Bali, Jawa, Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu. Kemungkinan kesemua suku bangsa Nusantara dan Arab Moor ini dikategorikan ke dalam kesatuan penduduk pribumi (Belanda: inlander) di Batavia yang kemudian terserap ke dalam kelompok etnis Betawi.
Suku Betawi
Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan
bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai
orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan
bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia.
Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung
pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan
berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa.
Daftar isi
Jumat, 02 Desember 2011
[LS ]One Hit Update Zombie V2
)* Update Cheat One hitz Lebih Mutakhir...
Ini adalah contoh cheat nya..
Ini adalah contoh cheat nya..
Buat ingin download nya
Bila ada peringatan seperti ini
berarti kalian harus mendownload dotnetfx.exe dulu
TUTORIAL :
./Buka cheat kalian..
./Buka LS kalian..
./copy dll. di system32 di windows. di drive C:/
./masuk room. tekan Print screen SysRq atau pun Screen shot.. setelah itu ..teken F12 sampai bunyi.. Dung..
./saat loading ingin btle war or crusade teken lagi F12 ... jika ada yang kurang mengerti... silahkan tanya di komenk...
## This cheat belum .. terdecteck / ter fix oleh GM,, jadi Buruuuaaaan...
Menerima Jasa Joki
BY:FERRI
Menerima Jasa Joki
BY:FERRI
Langganan:
Komentar (Atom)
